Demi Lindungi Istri dari Perampokan, Suami di OKU Rela Ditembak hingga Tewas, Ini Kronologinya

SHARE



SUMATERA SELATAN - Perampokan yang disertai dengan pembunuhan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan terjadi pada Senin (10/6/2019) dini hari.
Prampokan tersebut menimpa sepasang suami istri, di mana pelaku membawa senjata api yang kemudian digunakan untuk melukai korban.
Dikutip TribunWow.com dari TribunSumsel.com, Selasa (11/6/2019), sepasang suami istri tersebut mengalami perampokan saat melakukan aktivitas menyadap karet.
Korban bernama Jumadi (45) bersama istrinya awalnya melakukan aktivitas menyadap karet pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.
Mereka berdua datang ke perkebunan dengan mengendarai kendaraan bermotor.
Menurut informasi dari perangkat desa, korban memang terbiasa melakukan penyadapan karet sekitar pukul 3.30 dini hari.
Berdasarkan keterangan dari Kadus setempat, Dasom, rutinitas tersebut memang selalu mereka lakukan bersama.
Namun pada hari tersebut nasib buruk menimpa mereka dengan datangnya dua orang yang tidak dikenal.
Setibanya di kebun karet, pasangan suami istri tersebut segera menyiapkan alat-alat untuk menyadap.
Namun tiba-tiba muncul perampok dengan membawa senjata api yang diduga rakitan.
Korban yang merupakan warga Dusun 02, Desa margotani, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKU tersebut tidak tinggal diam saat para perampok menyerangnya.
Pelaku meminta Jumadi dan istrinya menyerahkan kunci motor yang mereka kendarai.
Sambil menodongkan sebuah senjata api, kedua pelaku pembegalan tersebut meminta motor milik korban diserahkan.
Dikutip TribunWow.com dari akun Instagram @yuni_rusmini, Selasa (11/6/2019), pelaku pada awalnya mencoba menodong istri korban saat akan minta korban untuk menyerahkan kendaraannya.
Merasa istrinya diserang, Jumadi melakukan perlawanan yang membuat para perampok marah.
Kemarahan tersebut diungkapkan dengan melancarakan timah panas ke arah leher Jumadi.
"Setelah mengalami luka tembak dan terkapar di lokasi, kedua pelaku langsung mengambil sepeda motor korban jenis Honda Revo warna merah dan langsung membawanya kabur," ucap Dasom.
Melihat sang suami terkapar dan bersimbah darah, istri Jumadi segera mencari bantuan dari warga sekitar.
Warga sekitar langsung memberikan pertolongan, namun nyawa Jumadi tidak berhasil diselamatkan.
Tembakan yang layangkan oleh para pelaku ternyata mengenai bagian vital di leher korban.
Pihak kepolisian membenarkan adanya tragedi perampokan yang disertai dengan pembunuhan tesebut.
Pembenaran tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya melalui Kasat Reskrim yang juga didampingi oleh Kapolsek Madang suku dua.
Pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan dan pengerjaran terhadap pelaku perampokan disertai dengan pembunuhan tersebut.
SHARE