Dayah Abu Kuta Krueng di Pidie Jaya Dipadati Calon Santri Baru

SHARE


MEUREUDU - Sepanjang Selasa (11/6/2019), Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng Kecamatan Bandardua, Pidie Jaya dipadati warga.
Lokasi dayah hanya berjarak kurang lebih satu kilometer dari Keude Ulee Gle Ibukota Kecamatan Bandardua.
Untuk menuju ke sana sangat mudah.
Kendati  badan jalan agak sempit, tapi sangat mulus.
Masyarakat datang dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh termasuk terjauh dari Aceh Tenggara, Subulussalam  dan Aceh Singkil adalah untuk mendaftarkan anaknya mengenyam ilmu agama di dayah tersebut.
Tak ayal suasana pun luar biasa marak, apalagi hari pertama dibukanya pendaftaran calon santri baru.
Puluhan unit kendaraan roda empat baik mobil penumpang umum (mopen) jenis L -300,mobil bak terbuka atau pikap maupun kendaraan pribadi lalu lalang.
Pun begitu tidak sedikit juga yang menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor terutama mereka yang tinggal tidak terlalu jauh dari Bandardua atau kampungnya belahan timur Kabupaten Bireuen.
Karena setelah mendaftar, calon santri langsung tinggal di dayah, sehingga para orangtua sekaligus memboyong berbagai keperluan untuk anaknya.
Seperti  lemari pakaian, tilam dan beberapa barang keperluan lainnya.
Kompleks dayah antara santri pria dan wanita letaknya terpisah dan jaraknya hanya terpaut beberapa puluh meter.
Data yang diperoleh Serambinews.com, hingga petang hari jumlah calon santri pria dan wanita yang mendaftar  sudah lebih dari 500 orang.
Tgk Sanusi, salah seorang santri senior di dayah tersebut mengatakan, dibandingkan dengan pria, calon santri wanita tampaknya lebih banyak.
Begitu pula dengan santri yang sudah ada selama ini di dayah tersebut lebih banyak wanita dibandingkan pria.
Diprediksikan, besok atau lusa terus berdatangan mendaftar.
Ditanya menyangkut dengan ketersediaan bilik atau tempat tinggal, Tgk Sanusi menyebutkan, jika yang mendaftar lebih dari 600 orang, bisa jadi tak mampu menampung sejumlah bilik yang sudah tersedia.
Pun demikian, lanjut Tgk Sanusi, itu bukanlah persoalan utama bagi seorang santri.  Walau berdesak-desakan yang penting bisa merebahkan tubuh untuk istirahat.
“Kalau sudah di dayah, pastinya santri lebih banyak ngaji (belajar) dibandingkan tidur,” timpal Tgk Sanusi yang kini sudah sekitar 13 tahun mengenyam ilmu agama di Dayah Darul Munawwarah  yang dipimpin Tgk H Usman Ali atau lebih akrab disapa Abu Kuta Krueng. (*)
SHARE