BMKG Aceh Sarankan Payung Elektrik Masjid Raya Baiturrahman Ditutup

SHARE


BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menyarankan Pengurus Masjid Raya Baiturrahman untuk menutup payung elektrik selama musim angin kencang saat ini.
Saat kecepatan angin mulai meningkat, pastikan payung bertenaga listrik tersebut sudah tertutup sempurna. “Hal ini dilakukan supaya musibah (payung rusak) seperti tahun lalu tidak terulang kembali,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad SE kepada Serambinews.com, Jumat (14/6/2019).
Menurutnya, saat ini Aceh sudah memasuki angin baratan dimana angin kencang dan gelombang tinggi akan sering terjadi.
“Masyarakat pesisir harus siap menghadapi fenomena ini. Para nelayan yang menggunakan perahu kecil dan sedang juga harap berhati-hati saat melaut,” ucapnya.
Selain Banda Aceh dan Aceh Besar, diperkirakan angin kencang akan melanda pesisir Aceh Jaya, gugusan Pulo Aceh, dan Sabang selama beberapa hari ke depan, dengan kecepatan antara 20-50 km/jam.
“Masyarakat pesisir wilayah barat selatan diimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi yang bisa mencapai 3 meter lebih,” kata Zakaria lagi.
Di samping itu, dinamika atmosfer dalam tiga hari ke depan di Aceh masih berpotensi hujan sedang hingga lebat, khususnya Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, sebagian Aceh Selatan, serta Gayo Lues.
“Untuk wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat agar waspada bahaya petir dan angin kencang,” ujarnya.
Sementara wilayah lainnya yang berpotensi hujan ringan atau hujan tidak merata yaitu Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Besar, Bener Meriah, Nagan Raya, Aceh Barat, dan Langsa.
Ditambahkan, BMKG Provinsi Aceh juga memperkirakan puting beliung masih berpeluang terjadi Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Singkil, Bener Meriah, dan Subulussalam. (*)
SHARE