Pesawat Sukhoi Superjet 100 Terbakar Saat Mendarat darurat di Moskow Rusia

SHARE

Moskow - Musibah mengerikan kembali menimpa pesawat milik Rusia. Sebuah pesawat maskapai Aeroflot milik Rusia diaporkan terbakar ketika mendarat darurat di Bandara Sheremetyevo di ibu kota Moskwa, Rusia.

Rekaman dramatis yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat Sukhoi Superjet 100 dari Aeroflot langsung mengeluarkan kepulan asap dan kobaran api sesaat setelah mendarat.

Penumpang terlihat menyelamatkan diri dari pesawat yang terbakar menggunakan seluncur tiup yang berada di bagian depan, seperti dilansir AFP Minggu (5/5/2019).

Komite Investigasi menyatakan terdapat 78 penumpang dan awak kabin dengan pesawat terbang dari Sheremetyevo menuju Murmansk pada pukul 18.02 waktu setempat.

Dikutip BBC, Aeroflot dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan pilot segera mengirim sinyal darurat karena diketahui terdapat "malfungsi" tak lama setelah lepas landas.

Setelah pilot memutuskan putar balik ke Sheremetyevo dan mendarat darurat, api langsung berkobar di bagian mesin.

"Awak kami sudah berupaya menyelamatkan penumpang dalam waktu 55 detik," tegas Aeroflot.

Meski begitu, 41 orang termasuk dua anak dan seorang awak kabin, tewas.

"Berdasarkan informasi terbaru yang diperoleh, 37 orang selamat," ujar Komite Investigasi.

Menteri Kesehatan Regional Moskwa Dmitry Matveyev menyatakan 11 penumpang dilaporkan terluka dengan tiga di antaranya segera dilarikan ke rumah sakit.

Penyelidik menjelaskan mereka tidak ingin langsung menarik kesimpulan tentang penyebab pesawat mengalami masalah teknis, dan masih mempelajari semua kemungkinan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuturkan, Presiden Vladimir Putin telah menyampaikan dukacita kepada keluarga yang menjadi korban tewas.

Harian Komsomolskaya Pravda mengutip seorang penumpang bernama Petr Egorov yang mengungkapkan mereka baru saja lepas landas ketika pesawat tersambar petir.

" Pesawat kemudian mendarat dengan keras. Saya hampir mati ketakutan di sana," terang Egorov.

Sumber internal kepada Interfax berkata, pilot langsung mengirim sinyal darurat setelah mendarat.

"Percobaan pertama pendaratan darurat itu tak berhasil. Kemudian di upaya kedua, rodanya menghantam tanah, disusul hidung pesawat sebelum muncul api," ujar sumber itu.

Sumber lain mengatakan pesawat tersebut memutuskan mendarat dengan kondisi bahan bakar penuh karena berisiko jika membuangnya di sekitar Moskwa.

Akibat insiden tersebut, sejumlah penerbangan dilaporkan dialihkan ke bandara lain di Moskwa atau Nizhny Novgorod, sekitar 500 km di timur ibu kota.

Tabrak gunung salak

Musibah yang di Bandara Sheremetyevo di ibu kota Moskwa kembali mengingat hal serupa pernah terjadi di Indonesia. 

Peristiwa naas itu terjadi pada 9 Mei 2012 ketika Sukhoi Superjet 100 yang sedang promosi di Indonesia menabrak lereng Gunung Salak.

Gunung Salak masuk ke dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak setelah lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma pukul 14.12 WIB.

Musibah itu menyebabkan jatuh korban sebanyak 45 penumpang termasuk awak pesawat. 

Sukhoi Superjet 100 berada di Indonesia untuk melakukan tes terbang dan sedang ditawarkan ke maskapai penerbangan di Indonesia.

Sebelumnya pesawat serupa digunakan untuk tur promosi di sejumlah negara, seperti Kazakhstan dan Pakistan.
SHARE