Israel Serang Gaza Jelang Ramadhan, Bakomubin Ajak Masyarakat Aceh Doakan Muslim Palestina

SHARE

Banda Aceh - Pengurus Wilayah Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (PW Bakomubin) Aceh, menyampaikan keprihatinan terkait kondisi terakhir di Palestina.

Menurut Sekjend PW Bakomubin Aceh, Teuku Zulkhairi, saban tahun, bulan Ramadhan di Palestina disambut dengan airmata. Belasan orang diterjang rudal canggih Israel. 

"Serangan Israel ke wilayah sempit di Jalur Gaza, seperti agenda tahunan di bulan Ramadhan. Setiap bulan Ramadhan Israel selalu menargetkan umat Islam yang sekarat di Gaza, Palestina," kata Zulkhairi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (6/5/2019).

Hingga saat ini, menurutnya, sudah belasan muslim di Gaza meninggal seperti dijelaskan oleh sejumlah media massa.

Oleh sebab itu, inilah saatnya masyarakat Aceh untuk kembali menunjukkan kepedulian kepada muslim di Gaza.

Zulkhairi menjelaskan, padahal kondisi Gaza sendiri selama ini sudah dikepung bertahun-tahun.

Gaza juga semakin terisolir oleh Mesir yang sangat jarang membuka pintu perbatasan Rafah sebagai satu-satunya pintu keluar muslim Gaza ke dunia luar.

“Bahkan ironisnya kantor berita negara Turki di Gaza, yaitu Anadolu Agency telah dibom oleh penjajah Israel di malam pertama Ramadhan. Ini sesungguhnya merupakan upaya Israel untuk membungkam media agar mereka leluasa menipu dunia dengan kekejian yang mereka lakukan di Gaza,“ ujar Zulkhairi.

Ia mengharapkan agar masyarakat Aceh, khususnya para imam shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunat seperti shalat sunat tarawih hendaknya ikut membaca doa kepada muslim di Gaza khususnya dan di berbagai belahan dunia lainnya yang sedang terzalimi. Juga membaca qunut nazilah.

“Bagi kita umat Islam dipahami bahwa doa adalah senjata orang mukmin. Jadi doa ini insya Allah kita harapkan dapat mengetuk pintu langit agar Allah menurunkan tentaranya membinasakan Zionis Israel,“ kata Zulkhairi.

Selain itu, Zulkhairi menambahkan bahwa selain doa, masyarakat Aceh juga hendaknya ikut membantu muslim di Palestina lewat syaikh-syaikh Palestina yang datang ke Aceh dibawa oleh lembaga-lembaga kemanusiaan seperti KNRP, ACT dan lain sebagainya. 

"Setiap bantuan kita kepada muslim yang menderita, tambahnya, niscaya akan menjadi tanda persaudaraan kita dan sekaligus sebagai bekal kita untuk hari akhirat," demikian Teuku Zulkhairi yang juga Dosen UIN Ar Raniry. (*)
SHARE