Kebakaran Lahan Gambut di Dumai Sudah Dua Pekan, Petugas Kesulitan Padamkan Titik Api

SHARE

Pekanbaru - Petugas gabungan dari Manggala Agni, TNI/Polri, berupaya memadamkan hutan dan lahan yang terbakar di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, Senin (18/2/2019).

Kebakaran lahan di kawasan itu telah berlangsung selama dua pekan.

Petugas gabungan berupaya memadamkan api menggunakan mesin pompa air.

Petugas juga berupaya agar kebakaran tidak meluas.

Petugas terlihat cukup kesulitan memadamkan api.

Sebab, lahan yang terbakar merupakan tanah gambut dan semak belukar yang memang sulit dipadamkan.

Wakil Komandan Regu I Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Dumai Joko Susanto mengatakan, ada lebih kurang 8 hektar lahan yang terbakar yang merupakan lahan milik masyarakat.

Menurut dia, kendala yang dihadapi dalam pemadaman api, yakni karen lahan tersebut merupakan lahan gambut.

" Gambut kedalamannya sekitar dua meter. Meskipun api sudah disiram di bagian atas, tapi di bawahnya masih ada api yang mengeluarkan asap. Sehingga kita harus melakukan pendinginan dan api benar-benar sudah padam," ujar Joko kepada Kompas.com di lokasi, Senin.

 Untuk memadamkan api di dalam gambut, kata Joko, memakan waktu cukup lama.

Pemadaman untuk sepuluh meter persegi membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua jam.

Joko mengatakan, penyebaran titik api sudah berkurang setelah hujan mengguyur kawasan tersebut pada Minggu (17/2/2019) sore.

"Alhamdulillah, kemarin hujan api cukup berkurang. Tapi hujannya tidak lama, sehingga api tidak padam total," ucap Joko.

Akibat dari karhutla ini, wilayah Kota Dumai berkabut asap tipis.

Hingga saat ini petugas gabungan masih melakukan pemadaman di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.

Lahan yang terbakar masih mengeluarkan kabut asap.
SHARE