ISIS Makin Terjepit di Suriah, Ini Luas Wilayah yang Kini Masih Dikuasai

SHARE

Washington D.C - Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence berjanji kelompok ISIS akan terus diburu, meski pasukannya ditarik dari Suriah.

Kini, anggota ISIS di negara tersebut sedang menghadapi kehilangan sisa wilayah terakhir mereka.

"AS akan terus bekerja dengan semua sekutu untuk memburu ISIS yang tersisa di mana pun dan kapan pun," ucapnya, dalam Koferensi Keamanan Munich, seperti diwartakan AFP, Sabtu (16/2/2019).

Seperti diketahui, ISIS telah dipojokkan pada sebidang tanah kekuasaan mereka yang tersisa dalam pertempuran di Suriah.

Kekalahan terakhir mereka diperkirakan akan segera terjadi.

Begitu dikalahkan, AS akan segera menarik pasukannya, seperti yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada Desember lalu.

Lalu, berapa sisa wilayah tersisa yang dikuasai ISIS di Suriah?

Laporan CNN menyebutkan, ISIS sekarang menguasai wilayah di Suriah seluas 700 meter persegi.

Demikian pernyataan dari komandan Pasukan Demokratik Suriah yang didukung oleh AS ( SDF), Chia Kobani.

Sebagai informasi, pada puncak kekuasaannya, ISIS pernah mengendalikan area seluas Inggris Raya dan memerintah lebih dari 10 juta orang.

SDF melancarkan serangan akhir pekan lalu untuk mengusir ISIS dari kantong terakhirnya di kota kecil Baghouz Al-Fawqani, di bagian timur negara itu.

Meski anggota ISIS hanya punya wilayah tersisa sebagai pijakan akhir, namun telah memperlambat serangan pasukan agar menghindari jatuhnya korban sipil yang ditahan ISIS.

SDF juga bertindak hati-hati untuk membebaskan tahanan yang ditawan ISIS.

Sejauh ini, ada 10 tawanan yang dapat dibebaskan dalam beberapa hari terakhir.

"Beberapa orang mungkin terkejut Baghouz belum jatuh, tapi penembakan telah berhenti," kata Kobani

"Kami bergerak dengan hati-hati karena ada ribuan warga sipil ditawan sebagai perisai manusia," imbuhnya.

Dia meyakini, dalam beberapa hari mendatang, dunia akan menerima kabar tentang kekalahan ISIS.

Meski ISIS sudah diperangi, SDF tidak akan menghentikan kehadiran militer di lapangan.

"Kami akan pindah ke tahap selanjutnya, memerangi ISIS dan sel-sel tidurnya untuk mengamankan keamanan wilayah dan kehidupan masyarakat," ujar Kobani.
SHARE