Lindungi Maduro, Tentara Bayaran Rusia Masuki Venezuela

SHARE

Caracas - Sekelompok tentara bayaran rahasia Rusiadilaporkan sudah berada di Venezuela untuk memberi perlindungan bagi Presiden Nicolas Maduro.

Reuters dikutip Newsweek memberitakan Minggu (27/1/2019), kelompok perusahaan swasta militer Wagner bertolak menuju Venezuela dalam beberapa hari terakhir.

Sumber menyatakan kepada Reuters bahwa terdapat sekitar 400 tentara bayaran di Wagner untuk memberi perlindungan kepada Maduro.

Wagner merupakan perusahaan swasta rahasia yang dipimpin oleh letnan Rusia bernama Dmitri Utkin, seorang anggota badan intelijen Rusia (GRU).

Kelompok itu dihubungkan dengan kematian tiga jurnalis Rusia yang merilis dokumenter soal operasi di Republik Afrika Tengah.

Di samping operasi di Afrika, Wagner juga berada di Suriah dan Ukraina. Media Rusia mengklaim Wagner dipimpin Yevgeniy Prigozhin.

Pria itu mendapat julukan sebagai "Koki Presiden Vladimir Putin", dan diduga memerintahkan serangan terhadap pasukan Amerika Serikat ( AS) di Suriah pada Februari 2018.

Penasihat Khusus AS Robert Mueller mencurigai Prigozhin dan Badan Penelitian Internet memainkan peranan dalam intervensi Rusia atas Pilpres AS 2016.

Kabar itu muncul di tengah situasi politik Venezuela yang memanas menyusul deklarasi pemimpin opisisi Juan Guaido sebagai presiden sementara.

Deklarasi itu mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump maupun sejumlah pemimpin negara Barat, dan menyebut pemerintahan Maduro tidak sah.

Di sisi lain, Rusia dengan China dan Turki masih memberi dukungan bagi Maduro meski saat ini tingkat penerimaan publik Venezuela hanya 20 persen.

Pakar menilai dukungan Kremlin terhadap Maduro tidak akan mengendur meski presiden 56 tahun itu banjir kecaman di mana-mana.

Jason Marczak, Direktur Adrienne Arsht Latin America Center at the Washington berujar, situasi finansial Venezuela saat ini mengkhawatirkan karena minim keuntungan dari minyak.

"Namun Rusia tetap menawarkan bantuan kepada rezim Caracas yang anti-AS, dan mengambil kebijakan yang sering mengancam kepentingan AS," papar Marczak.

Selain mendapat sekutu di Amerika Latin, Marczak menjelaskan Moskwa juga punya kepentingan karena Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar dunia.

"Jadi, perusahaan Rosneft butuh izin untuk mengeksplorasi tambang minyak di Venezuela. Selain itu Kremlin juga bisa menjual senjata kepada Maduro," terangnya.
SHARE