Kronologis Pemilik Lembu Duel dengan Lima Pencuri di Seunuddon

SHARE

Seunuddon - Lima pria yang hendak melarikan lima lembu curian dihadang pemiliknya, Adhar Dahlan (43), warga Desa Matang Puntong, Kecamatan Seunuddon, pada Selasa (22/1) sekira pukul 04.30 WIB di desa tersebut. Akibat kejadian itu, korban terluka di bagian kepala kanan dan kaki kirinya karena terjatuh sehingga membentur bak mobil. Telapak tangan kanannya juga terluka karena saat terjatuh ia sedang menggenggam pisau.

Karena mendapat perlawanan dari pemilik lembu para pelaku pun langsung kabur, sehingga Adhar Dahlan yang berprofesi sebagai nelayan berhasil menyelamatkan lima ekor lembunya. Massa yang tiba di lokasi kejadian malah langsung membakar mobil para pencuri, Isuzu Panther pikap warna hitam BK 9054 BM.

“Setelah mengetahui kejadian itu, saya langsung mencari pelaku dengan menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba saya melihat lima pria sudah menaikkan tiga ekor lembu ke atas bak mobil. Sedangkan dua ekor lagi belum sempat dinaikkan,” ujar Adhar kepada wartawan kemarin.

Salah satu di antara mereka berkata,“Plueng, bagah puudep moto/Cepat hidupkan mobil untuk kabur.”

Mendengar instruksi itu, Adhar langsung meloncat dari sepmornya ke bak mobil yang sudah melaju. Kemudian dengan cekatan ia meninju ketiga pemuda yang melarikan sapinya, sehingga ketiganya terjatuh dari bak mobil. Lalu mereka kabur. “Mereka hendak mengambil barang, tapi karena saya lebih dulu memukul mereka, sehingga mereka terjatuh,” ungkap Adhar.

Satu di antara lima pria itu langsung mengambil pisau di pinggangnya kemudian menusuk Adhar. Tapi ia berhasil menangkap pisau tersebut, sehingga telapak tanganya terluka karena menggenggam erat mata pisau. “Setelah berhasil merebut pisau, kemudian saya hendak tusuk dia, namun pemuda itu lebih dulu terjatuh dari bak mobil,” ujar Dahlan.

Adhar kemudian bergerak ke depan. Ia gunakan pisau untuk menusuk dua kali bahu pemuda yang sedang menyopiri mobil. Tusukannya tepat di bahu sopir sehingga mobil tersebut oleng dan menabrak pohon di kebun warga. Sopir itu pun akhirnya kabur. Sedangkan Dahlan mengalami luka di bagian kepala karena terbentur dengan bak mobil saat berkelahi.

“Mobil itu sempat melaju sekitar 300 meter dari lokasi pertama saya temukan,” ujar Dahlan. Ia mengaku tak bisa mengenali wajah para pelaku karena suasana saat kejadian sedang gelap. “Tak ada lampu penerang, hanya cahaya bulan, sehingga saya tak bisa melihat dengan jelas wajah para pelaku. Selain itu, saya juga fokus menyelamatkan diri dan menggagalkan pencurian lembu saya. Di dalam mobil itu selain ditemukan dua pisau dan dua parang,” katanya.

Setelah kejadian itu, kepala Adhar harus dijahit dan telapak tangannya diobati. Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kapolsek Seunuddon Iptu Munawar kepada wartawan kemarin menyebutkan, lima ekor lembu milik Adhar diketahui tidak ada lagi di kandangnya pada pukul 04.00 WIB. Yang pertama mengetahui hal itu adalah ibu mertuanya, Jamilah (60). Lalu, Jamilah memberitahukan kejadian itu kepada anaknya. Sang anak menyampaikan kepada suaminya, Adhar.

“Lalu Adhar langsung mencari lembu miliknya ke arah jalan Meunasah Sagoe. Tak lama kemudian ia melihat lima pria sedang menaikkan lembu ke bak mobil pikap. Setelah ia perhatikan lembu itu benar miliknya, kemudian langsung dia cegat dan berkelahi dengan para pelaku,” ujar Kapolsek Seunuddon.

Demi mempertahankan lembunya, Adhar nekat berkelahi dengan sejumlah pria di atas bak mobil. Namun, ia terjatuh dan membentur bak mobil, sehingga luka di kepala dan kaki kirinya. Sedangkan kelima pencuri lembu itu langsung kabur dan meninggalkan mobil bersama lima ekor lembu curiannya.

Belakangan setelah kabar tentang kejadian itu tersebar luas, massa pun tiba di lokasi kejadian dan langsung membakar mobil para pencuri tersebut.

Hingga tadi malam personel Polsek Seunuddon dibantu Satuan Reskrim dan Intel Polres Aceh Utara masih mengejar para pelaku.

Penjabat Keuchik Matang Puntong, Muzakir kepada wartawan kemarin menyebutkan, di desa itu belakangan ini mulai marak pencurian sapi pada malam hari, sehingga sudah sangat meresahkan masyarakat, terutama peternak sapi.

Menurutnya, pencurian lima sapi Adhar Dahlan (43), merupakan yang ketiganya kalinya terjadi di gampong itu dalam dua bulan terakhir. Lembu yang dicuri itu rata-rata milik orang miskin, bukan peternak kaya. “Namun, kali ini berhasil digagalkan langsung oleh si pemilik sapi,” kata Muzakir.

Karena peristiwa pencurian itu cepat diketahui sehingga si pemilik langsung bergerak mencari pelakunya dan ia berhasil menggagalkan upaya pencurian itu.”Sedangkan pada dua kejadian sebelumnya semua pelaku lolos dan berhasil membawa kabur lembu milik dua warga di kawasan ini,” katanya.

Karena itu, lanjut Muzakir, warga di kawasan itu berharap kepada polisi untuk segera menangkap kelima pria yang mencuri lembu Adhar. Mereka yakin, kelima pelaku tersebut adalah orang yang sebelumnya mencuri sapi dua warga di desa itu.

“Semoga polisi berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku sehingga kejadian serupa tak terulang lagi di kawasan ini. Apalagi warga yang memelihara sapi di kawasan itu adalah warga miskin,” ungkap Muzakir.
SHARE