Kemkeu perkirakan anggaran penerimaan CPNS tahun 2019 lebih besar dari tahun lalu

SHARE

Jakarta - Pemerintah kembali membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2019. Rencananya jadwal pendaftaran akan dibuka pada Juni mendatang. Untuk itu, pemerintah tengah mengkaji berapa anggaran untuk penerimaan CPNS tersebut, namun diprediksi bisa lebih besar dari tahun 2018.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemkeu) Askolani menyatakan, pemerintah belum mengkaji besaran dana yang dibutuhkan untuk pengadaan CPNS tahun ini. Namun, besaran anggaran diprediksi lebih besar dari pada tahun lalu. “Tampaknya bisa lebih besar, tapi kepastiannya tunggu hasil pembahasan finalnya," ujar Askolani, Jakarta, Jumat (25/1).

Pada pembukaan CPNS tahun 2019, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) menyatakan bahwa jumlah penerimaan formasi untuk tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu.

Meski demikian, pada pembukaan CPNS tahun 2018 lalu, Badan Kepegawaian Negara mengajukan anggaran sebesar Rp 370 miliar untuk jumlah lowongan sebanyak 238.015, jumlah tersebut diperuntukan bagi 76 Kementerian/Lembaga (K/L) dan 525/Pemerintah Daerah.

Sejauh ini, anggaran rencana pembukaan CPNS 2019 yang dibutuhkan masih akan dibahas bersama K/L terkait. Formasi CPNS 2019 sebanyak 100 ribu formasi masih tetap memprioritaskan di sektor tenaga pendidikan dan kesehatan.

"Masih mau dibahas dulu di lintas Kementerian/Lembaga dalam waktu dekat ini," tambah Askolani.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencatat hampir setengah dari jumlah guru di Indonesia ternyata masih berstatus tenaga honorer K2. Berbeda dengan tenaga honorer K1, guru honerer K2 harus mengikuti seleksi jika ingin diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Jumlah tenaga guru honorer K2 saat ini mencapai 1,53 juta orang, dari jumlah guru keseluruhan sebanyak 3,2 juta orang. Menurut dia, banyaknya jumlah tenaga guru honorer disebabkan oleh kurangnya tenaga pengajar berstatus PNS di Indonesia. Saat ini, Indonesia kekurangan guru berstatus PNS sebanyak 988.133 orang.
SHARE